Komisi dua DPRD Kabupaten Bekasi mendorong untuk peningkatan olahraga prestasi di Kabupaten Bekasi. Caranya dengan menambah berbagai fasilitas dan sarana prasarana olahraga. Sehingga muncul bibit-bibit muda dari daerah itu sendiri.
Anggota Komisi Dua DPRD Kabupaten Bekasi, Bosih menegaskan olahraga merupakan ajang unjuk gigi daerah. Di mana setiap diadakannya event olahraga di situ masing-masing daerah menunjukkan gengsinya. Sehingga antara stake holder olahraga dan pemerintah harus berjalan beriringan.
“Olahraga itu ajang gengsi antar daerah. Bekasi terkenal dengan sebutan kota dolar malu kalau sampai kalah,” ujarnya.
Untuk itu sinergitas antara pelaku olahraga dan pemerintah harus berbarengan. Pemerintah memberikan dukungan atau support yang lebih di sektor ini. Jangan sampai pemerintahnya tidak terlalu peduli sehingga membuat pembinaan merosot. Pemerintah selain memberikan dukungan anggaran juga memberikan pendampingan yang berkelanjutan. Keberadaan bapak angkat bagi cabang olahraga dinilai sangat penting karena dapat membantu cabor tersebut mendapatkan suplemen. Bupati sudah semestinya mendukung dan membuat kebijakan kepada para bawahannya untuk terlibat baik langsung atau tidak langsung untuk memajukan olahraga di Kabupaten Bekasi.
“Bagi kepala dinas yang menjadi bapak angkat atau menjadi ketua cabor harus diberikan nilai lebih. Jangan disamakan dengan kepala dinas atau pejabat lainnya yang tidak terlibat di olahraga,” bebernya.
Selama ini yang ada malah jalan masing-masing. Pemerintah memberikan support anggaran, namun tidak ada keterlibatan yang berkelanjutan. Padahal pengurus cabor bekerja juga untuk mengharumkan nama daerah itu sendiri. Tetapi dalam prosesnya disuruh jalan sendiri-sendiri. Mereka baru diakui ketika berhasil memberikan sumbangsih atau memenuhi target yang ditentukan. (rls)



